Wanita Sholehah
Untuk semua wanita yang bergelar istri
maupun yang bakal menjadi istri…
mari kita hayati apa yang terbetik
dalam syair dibawah ini……..
Pernikahan ataupun perkawinan,
Membuka tabir rahasia,
Suami yang menikahi kamu,
Tidaklah semulia Muhammad,
Tidaklah setakwa Ibrahim,
Pun tidak setabah Ayub,
Atau pun segagah Musa,
Apalagi setampan Yusuf
Justeru suamimu
hanyalah pria akhir zaman,
Yang punya cita-cita,
Membangun rumah tangga
yang sakinah
Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Suami menjadi pelindung,
Kamu penghuninya,
Suami adalah Nahkoda kapal,
Kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal,
Kamu adalah penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi Raja,
Kamu nikmati anggur singasananya,
Seketika Suami menjadi bisa,
Kamu lah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang,
sabarlah memperingatkannya …
Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan takwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridha,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justeru Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah,
yang begitu sempurna di dalam menjaga
Pun bukanlah Hajar,
yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman,
Yang berusaha menjadi perhiasan dunia
Sebagai Wanita solehah…
puisi ini ku buat untuk Anakku nun jauh disana
KERINDUAN SEORANG IBU
Andai bunyi riak dapat kurekam dalam kalbu
kan kuperdengarkan pada alam
sayang, kalbu tak dapat berkata
untuk sampaikan semua
andai sang “MAHA” tak izin
suka dalam hidupku
membiarkan rindu tak berujung
dalam asa
membiarkan hari-hari tanpa warna
karena bias warnany mulai pudar
tak menghias dalam panorama hati
sejak dia menjauh dari hidupku
meninggalkanku
dalam hari-hari sepi
penantian yang sia-sia
dan membiarkan aku
selalu berharap dalam
kerinduan seorang ibu
tak tersentuh kalbu
menyirami rasa
dan membiarkan diri
dalam akhir rindu


